PALANGKA RAYA – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya gencar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan di wilayah kota.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh hewan yang beredar memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sebelum nantinya dikonsumsi masyarakat. Salah satu lokasi pemeriksaan yang menjadi sorotan berada di kawasan Jalan Mahir Mahar.
Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan menjelang hari raya. Menurutnya, tujuan utama dari pengawasan ini adalah menjamin kualitas penyediaan daging bagi masyarakat.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Tujuannya untuk memastikan penyediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal melalui pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” tegasnya, pada Jumat (15/05/2026).
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan melalui dua tahapan penting, yaitu pemeriksaan antemortem yang dilakukan saat hewan masih hidup atau sebelum pemotongan, serta pemeriksaan postmortem yang dilaksanakan setelah hewan dipotong di lokasi penyembelihan.
Sebelum turun ke lapangan, pihaknya juga telah mengumpulkan para pedagang sekitar dua minggu lalu untuk memberikan sosialisasi mengenai tata cara penjualan dan ketentuan pemeriksaan. Secara teknis, kegiatan pengawasan ini telah dimulai sejak dua minggu sebelum perayaan Iduladha.
Kemudian dalam pelaksanaannya, Distanketpang mengerahkan tiga tim pemeriksa yang masing-masing dipimpin langsung oleh seorang dokter hewan. Pengawasan menyasar sebanyak 21 titik lokasi penjualan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palangka Raya, dengan fokus utama pada tempat penjualan berskala besar yang menawarkan sekitar 10 hingga 20 ekor hewan. Berdasarkan data awal dari para pedagang, saat ini tersedia sekitar 1.500 ekor sapi dan 500 ekor kambing yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Kupang, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
Sugiyanto menyampaikan bahwa jumlah ketersediaan hewan kurban tahun ini diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika pada tahun lalu kebutuhan tercatat sekitar 1.204 ekor dan dapat terpenuhi sepenuhnya, maka stok tahun ini yang mencapai 1.500 ekor dipastikan aman meskipun ada kenaikan permintaan sekitar lima hingga sepuluh persen.
“Adanya penetapan jumlah hewan yang benar-benar layak dan tidak layak dikurbankan baru dapat diketahui secara rinci setelah seluruh rangkaian pemeriksaan tuntas dilaksanakan dalam sepekan ke depan,” tambahnya.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan lapangan belum menemukan indikasi adanya penyakit hewan menular yang mengkhawatirkan. Sebagai langkah pencegahan, pihaknya juga telah melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap seluruh hewan yang masuk ke wilayah Palangka Raya.
Sugiyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa teliti dan hanya membeli hewan kurban yang telah memiliki label tanda sehat serta surat keterangan kesehatan resmi yang dikeluarkan oleh petugas berwenang. (kom/dot)





