Ketua DPRD Palangka Raya Warning Keras, SPMB 2026 Jangan Ada ‘Jalur Orang Dalam’ & Pungli!

PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Palangka Raya Subandi pasang badan buat kawal SPMB 2026/2027. Dia tidak ingin sistem penerimaan murid baru yang gantiin PPDB ini masih diwarnai praktik kotor. Targetnya: nol titipan, nol pungli.

Lebih lanjut, Subandi minta Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya jangan kasih kendor. Pengawasan wajib ketat dari pendaftaran sampai pengumuman.

“Jangan ada titipan, pungli, atau ‘jalur orang dalam’. Kasihan anak yang beneran berhak dan Dia nggak mau denger lagi cerita uang kursi atau siswa siluman,” ucapnya Subandi, Selasa (28/04/2026).

Menurut Subandi, SPMB tetap pakai 4 jalur: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Tapi semua jalur itu harus bersih. Jangan sampai ada yang main belakang.

“Kasihan anak yang beneran berhak,” tambah Subandi.

Trauma PPDB tiap tahun jadi alasan Subandi galak. Banyak ortu protes karena anaknya nggak ketrima padahal rumah dekat sekolah. Sementara ada siswa titipan malah gampang masuk. SPMB 2026 harus putus mata rantai itu.

Subandi mengingatkan, korban utama praktik kotor ini adalah anak dari keluarga biasa. Mereka yang pintar dan rumahnya dekat sekolah bisa kegeser sama yang punya ‘bekingan’. Karena itu, Disdik dan kepala sekolah jadi sorotan utama tahun ini.

Dengan dukungan DPRD, Subandi berharap SPMB 2026 di Palangka Raya bisa jalan adil. Biar nggak ada lagi air mata anak yang gagal sekolah cuma karena kalah sama ‘orang dalam’. Pendidikan itu hak semua, bukan hak yang punya koneksi. (kom/dot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *