PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dengan fokus pada keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Karo OPS Polda Kalteng, Kombes Pol Sugeng Riyadi, menyatakan bahwa Operasi Ketupat Telabang 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
“Kami memetakan periode krusial pergerakan massa, di mana arus mudik diprediksi akan terbagi dalam dua gelombang besar,” kata Kombes Pol Sugeng Riyadi, Kamis (12/3/2026).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret, sehingga masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang.
Kemudian untuk mendukung kelancaran operasional ini, Polda Kalteng menyiagakan 53 pos pengamanan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Dengan adanya Pos-pos ini, yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, hingga Pos Terpadu yang ditempatkan di titik-titik dengan aktivitas masyarakat paling padat.
Selain itu, pengamanan ketat juga diberlakukan pada 101 objek vital yang tersebar di Kalteng, seperti tempat ibadah, pelabuhan, terminal, pasar, dan bandara.
“Kami ingin masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian dan kenyamanan,” tambah Kombes Pol Sugeng Riyadi.
Sebanyak 2.373 personel gabungan diterjunkan ke lapangan untuk menyukseskan misi kemanusiaan ini, mereka merupakan jajaran Polda Kalteng dan berbagai instansi teknis terkait.
“Dengan adanya sinergi yang kuat, Kami berharap dapat memberikan pelayanan prima bagi para pemudik dan menjaga keamanan di wilayah Kalimantan Tengah selama Lebaran 2026,” demikian Kombes Pol Sugeng Riyadi. (kom/dot)





