PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto, mengajak warga untuk aktif memilah sampah dari rumah guna mengurangi volume sampah yang terus meningkat.
“Lakukan hal kecil seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, serta memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan,” ungkapnya pada Jumat (27/2/2026).
Menurut data DLH, volume sampah di Palangka Raya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, tercatat sebanyak 39.718,4 kilo ton sampah, meningkat menjadi 40.259,06 kilo ton pada 2023, dan mencapai 41.537 kilo ton pada 2024.
DLH juga mendorong warga untuk menggunakan jasa operator pengumpul sampah resmi dengan sistem berlangganan, resiko pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarang dapat di minimalisir.
“Sampah yang telah dipilah dapat diserahkan kepada operator untuk diangkut secara terjadwal, sehingga dapat mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan,” tambah Berlianto.
Selain itu, warga juga diimbau untuk memanfaatkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, memanfaatkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing dapat menjadi pilihan yang tepat bagi warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.
“Bank sampah tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga,” kata Berlianto.
Dengan kesadaran dan partisipasi warga, diharapkan volume sampah di Kota Palangka Raya dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. (kom/dot)





