PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya kesehatan akibat tumpukan sampah organik di lingkungan permukiman. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memicu berbagai penyakit dan berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
“Sampah organik yang tidak dikelola bisa menjadi media penyebaran penyakit. Ini jelas berisiko mengganggu kesehatan masyarakat,” ucapnya, Jumat (28/11/2025).
Beberapa penyakit yang berpotensi muncul akibat lingkungan yang tidak bersih antara lain diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga infeksi saluran pernapasan.
“Kasus-kasus tersebut biasanya meningkat di wilayah yang tidak menerapkan pengelolaan sampah dengan baik,” tambahnya.
Sampah organik sejatinya mudah ditangani. Selain itu mendorong warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco enzyme, yang tidak hanya bermanfaat bagi kebersihan lingkungan tetapi juga bisa menambah nilai ekonomi rumah tangga.
“Jika diolah dengan benar, sampah organik tidak hanya berkurang, tetapi juga memberi manfaat. Lingkungan bersih, kesehatan terjaga, dan hasil olahannya bisa dimanfaatkan,” lanjutnya.
Dalam hal ini juga mengajak pengurus RT dan Kelurahan untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya penumpukan sampah serta pentingnya pemilahan sampah organik dan non-organik sejak dari rumah.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan sarana yang sudah tersedia, seperti bank sampah dan komposter rumah tangga. Ini langkah sederhana tetapi sangat efektif,” ungkapnya. (yud/dot)





