Tingkatkan Kompetensi, Kantor SAR Palangka Raya Gelar Simulasi Tanggap Darurat Udara

PALANGKA RAYA – Sebuah insiden simulatif terjadi di area hutan Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, ketika sebuah pesawat latih dengan ID PK-PLK 205 yang membawa dua awak dilaporkan mengalami mati mesin dan hilang kontak pada pukul 09.00 WIB. Pesawat tersebut dinyatakan jatuh dan memicu respons cepat dari Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya.

Puluhan personel penyelamat segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap “korban” dalam insiden tersebut. Meski bersifat simulasi, kegiatan ini berlangsung dengan penuh keseriusan dan menggambarkan kondisi darurat yang sebenarnya.

Simulasi ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan manajemen posko yang diselenggarakan oleh Kantor SAR Palangka Raya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kesigapan para personel SAR dalam menghadapi operasi penyelamatan yang sesungguhnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana. Dalam pelaksanaannya, simulasi ini melibatkan 45 personel dari berbagai bidang di lingkungan Kantor SAR Palangka Raya.

“Latihan ini diharapkan mampu membentuk kolaborasi yang solid antara tim pencarian dan pertolongan dengan manajemen posko, sehingga setiap operasi dapat berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin atau formalitas, melainkan merupakan sarana strategis untuk menyatukan visi, memperkuat kemampuan teknis, serta menguji kecepatan dan ketepatan dalam proses pelaksanaan operasi SAR.

“Latihan seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan layanan SAR, khususnya di wilayah kerja Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Palangka Raya, dan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Latihan ini menjadi ajang yang penting dalam memastikan kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (yud/dodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *