PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan, untuk tetap mewaspadai potensi banjir susulan. Debit air sebelumnya sempat surut, namun kembali naik seiring dengan turunnya hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa kenaikan debit air Sungai Kahayan sudah mulai berdampak pada sejumlah wilayah di kota tersebut. “Saat ini mulai terjadi kenaikan debit air Sungai Kahayan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Kami minta warga tetap waspada,” ungkapnya pada Jumat (21/3/2025).
Beberapa wilayah yang terdampak oleh kenaikan debit air ini antara lain kawasan Jalan Anoi, Kelurahan Palangka, Gang Mandau dan Jalan Kalimantan di Kelurahan Langkai, serta Jalan Riau dan kawasan Rindang Banua. Ketinggian air yang meningkat bervariasi antara 5 hingga 10 centimeter (cm).
Hendrikus menjelaskan, kenaikan debit air Sungai Kahayan ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah di Kalimantan Tengah, yang merupakan hulu dari sungai tersebut. Kondisi ini ditambah dengan curah hujan yang tinggi di Kota Palangka Raya.
“Kenaikan debit air ini menyebabkan jalan lingkungan dan sebagian perumahan terdampak. Air yang naik hingga ke jalan menggenangi kawasan tersebut,” tambahnya.
BPBD Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan secara berkala di lokasi-lokasi yang rawan terdampak, guna mengantisipasi meluasnya dampak luapan air sungai. Tim BPBD juga terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan serta memberikan informasi yang dibutuhkan kepada masyarakat. (*)