Gawat, Palangka Raya Urutan Kedua Kota Terpolusi di Dunia

PALANGKA RAYA – Kualitas udara di Kota Palangka Raya terus memburuk. Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini bahkan berada di urutan kedua kota terpolusi di dunia.

Dirilis oleh www.aqi.in, air quality index (AQI) atau kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Kamis (28/9), masuk kategori “sangat tidak sehat”, dengan indeks 345. Sedangkan berdasarkan ISPU di hari yang sama pukul 09.00 WIB, kualitas udara di Kota Cantik juga “sangat tidak sehat”. Konsentrasi PM2.5 mencapai 220.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, kualitas udara saat ini dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Masyarakat sebaiknya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, kami imbau agar memantau kualitas udara pada aplikasi ISPU. Bisa juga melihat langsung melalui papan displai ISPU yang ada di Bundaran Besar, Palangka Raya,” katanya di Palangka Raya.

Menurut Zaini, kenaikan indeks kualitas udara dari kategori “sedang” ke kategori “sangat tidak sehat”, karena semakin maraknya kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir ini. Terbakarnya lahan gambut dapat menyebarkan zat-zat, seperti SO2, NO2, Particulate (PM10), dan Particulate Matter (PM2.5), mempengaruhi kualitas udara.

“Karena terbakarnya gambut ini tidak sempurna, makanya zat-zat berbahaya, seperti SO2, NO2, PM10, dan PM2.5, dapat terlepas ke udara. Sehingga dapat menyebabkan udara menjadi tidak sehat,” jelasnya.

(TIM/ZK-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *