PALANGKA RAYA – Selain lamang, ada satu lagi kudapan warisan nenek moyang suku Dayak Kalteng yang masih lestari hingga kini. Namanya kenta.
Kudapan ini terbuat dari padi ketan. Bahan utama lainnya untuk membuat kenta adalah kelapa muda, gula pasir atau gula merah, dan air kelapa muda. Cara membuat cukup mudah. Pertama, padi ketan yang sudah direndam dan ditiriskan. Kemudian disangrai selama kurang lebih 10 menit dengan api sedang. Padi ketan yang sudah disangrai tersebut, lalu ditumbuk di dalam lesung hingga halus.
Kenta yang sudah bersih, kemudian ditambah dengan air kelapa muda secukupnya. Selanjutnya didiamkan selama sekitar lima menit. Kemudian, tambahkan gula pasir/gula merah dan parutan kelapa, serta garam secukupnya. Berikutnya adalah mengaduk kenta hingga tercampur rata. Setelah didiamkan selama sekitar lima menit, kenta sudah siap dihidangkan.
Untuk melestarikan kudapan warisan nenek moyang suku Dayak Kalteng tersebut, Pemprov Kalteng melombakan mangenta (membuat kenta). Mangenta merupakan salah satu cabang dalam lomba yang tak pernah ketinggalan dalam FBIM.
Lomba mangenta telah berlangsung di halaman GOR Serbaguna Kota Palangka Raya, Jumat (26/5/2023) lalu, yang diikuti oleh sembilan kabupaten/kota. Lomba mangenta bertujuan untuk melestarikan tradisi suku Dayak Kalteng dalam membuat kudapan.
“Mangenta berawal dari kebiasaan nenek moyang suku Dayak Kalteng, khususnya yang bermatapencaharian sebagai petani. Kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya musim panen padi,” kata Kepala Dinas Budpar Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari.
Pulang Pisau Juara
Ketua dewan juri lomba mangenta, Effrata mengatakan, setiap tim beranggotakan lima orang. Masing-masing anggota tim memiliki tugas tersendiri. Tiga orang penumbuk, satu orang memegang penguir sambil menumbuk, satu orang memasak, dan satu orang menghidangkan.
“Kriteria penilaian lomba mangenta meliputi kerja sama/tanggung jawab dalam pembagian tugas, teknik dan proses pembuatan. Kemudian, kecepatan dan ketepatan waktu, kesempurnaan dan cita rasa, serta kebersihan dan penyajiannya,” katanya.
Berdasarkan hasil keputusan dewan juri, pemenang lomba mangenta diraih oleh Pulang Pisau (juara I), Palangka Raya (juara II), dan Kotawaringin Barat (juara III).
(TIM/ZK-1)